Aku terlanjur sayang padanya...
Aku tidak bisa hidup tanpanya..
Aku...
Kalimat semacam ini yang membuat lemah hati dan perasaan. Bila mencintai terlalu mencintai hingga tak rela kehilangan. Berlebihan dan hanya dialah satu-satunya. Apakah memang harus begitu?
Kalau sebatas doa tidak ada persoalan. Tapi kalau sudah merasa bahwa dia adalah hidup dan mati kita, itu namanya berlebihan ƪ(° ̯˚ ʃ). Menunggu sebuah kepastian janji yang sudah dilisankan. Padahal, bisa jadi yang berjanji sudah lupa.
- kita cuma hamba yang tidak bisa apa-apa kecuali berusaha.
- belajarlah untuk mencintai seseorang secara proporsional. tidak terlalu dalam dan juga tidak terlalu meremehkan.
- mencintai karna ada kebaikan padanya, bukan karena ketampanan fisiknya.
- janganlah kita terlalu bangga dengan banyak bercerita soal pasangan kita.
- ketika sebuah janji tidak ditepati, hubungan terputus dan terhenti, jangan terlalu cemas dengan kondisi itu. meski sakit dihati, tetap akan ada hikmah besar dibalik itu semua.
- jangan stres dan jangan depresi.
pertama, bisa jadi dia bukan orang yang baik. sehingga Allah tidak berkenan mempersatukan kamu dengan dia.
kedua, bisa jadi dia memang sosok yang akan meghancurkan cita-cita kamu kedepan. sehingga Allah tak mengabulkan doa-doa yang kamu panjatkan.
ketiga, bisa jadi ada seseorang yang lebih layak menemani hidupmu.
keempat, bisa jadi kegagalan ini untuk mendidik kamu yang selalu merasa bisa mengatasi hidup. agar kamu sadar, bahwa sehebat apapun kamu hanya manusia biasa.kelima, kegagalan ini bisa jadi sapaan dari Allah untuk kamu agar selalu bersyukur dengan apa yang sudah ada dalam hidupmu.
Allah maha tau setiap air mata yang menetes, Allah juga maha tau akan setiap hati yang tersayat, jiwa yang terpuruk jatuh dan hati yang tertunduk lemah. Allah pulalah yang akan menyembuhkan luka kita. Dengan kasih sayang-Nya, Allah akan memeluk doa-doaku dan doamu, mengabulkan pintamu dan pintaku. Biarkan hatimu lega dengan menyampaikan deritamu pada-Nya. Tumpahkanlah rasa yang mengganjal, tertekan dan tercekik keadaan.
Kesalaha-kesalahan yang sudah kita buat, kebingungan-kebingungan yang sudah terjadi, gelap dan pekat hati yang sudah kita rasakan, lepaskanlah semua rasa itu dan tumpahkanlah di sepertiga malam yang sepi dan gelap.
Home


Tidak ada komentar:
Posting Komentar