Jumat, 15 Februari 2013

Di Dalam Hati Ini

              Pada hujan sore ini kubercerita, bahwa cinta itu tidak ada. Cinta pada manusia hanya perasaan takut kecewa. Cinta pada manusia hanya cemburu, saat tau yang dicinta tidak apa-apa tanpa cintanya. Cinta pada manusia hanya ketidakberanian menatap wanita lain, sampai  harus terpaku pada nama itu saja.

            Pada hujan sore ini kubercerita, bahwa cinta itu tidak abadi. Tapi kekhawatiran dan menyesal-lah yang lebih abadi. Kata "aku mencintaimu selamanya," hanya serpihan angin lalu atau oase bagi pengembara. Setiap manusia memiliki fikiran untuk mendapatkan lebih baik. Dan kata cinta hanya sebagai baju hangat saat tak ada selimut tebal di sejuknya cuaca malam. Sehingga akan ada yang namanya cinta yang dingin, kedinginan sebab tidak terbalas.

           Pada hujan sore ini kuberitau, dua insan yang sedang dilanda cinta hanya akan berusaha menampilkan segala sisi baiknya, berusaha menjauhi sisi buruknya, sekali waktu berusaha menghilangkanya. Saat tidak mampu menyembunyikannya, maka disaa itulah cinta akan musnah. Dan cinta hanya akan berujung dengan kata "sudah".

         Hujan sore ini, akan kah sampai malam ?. Aku akan terus mengayunkan penaku ini padamu. Sampai kau bosan mendengar ocehanku tentang cinta.

        Pada hujan sore ini, cinta itu seperti main dam-batu, menyimpan kartu batu yang baik untuk masa depan, hingga saat tepat meletakkannya di tempat yang memenangkan hati. Cinta juga seperti emosi yang meledak-ledak. Tidak menerima kalau diasingkan, tidak tahan kalau diacuhkan, dan akan marah pada sekitar, melampiaskan pada hal-hal yang bisa meredam emosi.

        Hujan yang menetes mesra di luar sana, kuberitau kau cinta itu juga sering dibarengi was-was. Perasaan tidak nyaman yang datang tiba-tiba. Gundah, semua jadi serba salah. Laksana buah simalakama, dimakan mati, jika tidak akan kelaparan.

        Wahai hujan sore ini, tidak maukah kau bercerita padaku tentang perasaanmu tentang cinta. Persis saat kutidak menghiraukanmu lagi, saat ku tau ada harapan yang harus kukejar. Ada panggilan yang harus kudengarkan. Apakah perasaan yang kurasakan saat itu adalah "cinta" ?. Saat harus mengalah, mundur secara teratur. Menghilang dan diam. Apakah itu cinta ?.

        Sepertinya itu bukan cinta. Tapi satu kata yang disebut "sayang". Sayang akan lebih banyak mengalah. Iya. Tidak apa-apa. Im good. Sennyuman. Sebuah pengorbanan. dan tetes bening yang keluar dari lacrimalis.

          Pada hujan sore ini kukatakan, dalam hati ini terbelunggu cinta. Semua kata cinta yang telah kuberitau sebelumnya, aku sudah larut di dalamnya. Mengalahkan kata sayang yang pernah kupelihara dalam hatiku. Padamu hujan sore ini, kuingin melepaskan selimut cinta ini, meski kuharus kedinginan, aku tidak apa-apa. Kuingin merengkuh kembali kata sayang dalam jiwaku. Sebab dulu kupernah memilikinya, dan kuingin kata sayanglah yang menjagaku, yang akan membimbingku pada kemenangan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

catatan ku :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review