Jumat, 15 Februari 2013

Perpisahan Ibarat Senja

Salam pena sahabat...
Mencoba membiaskan kisahku dalam kata...

Untuk setiap perpisahan yang kutemui,

Untuk setiap perjumpaan yang ku lalui 


Sahabat, apa makna perpisahan bagimu? Gelap? Hitam? Menyedihkan? Terkadang aku mengkorelasikan perpisahan seperti sebuah kematian. Yah, walau kadang orang langsung berteriak histeris dan berkata "GA BOLEH NGOMONG ITU!" Tapi, bagi ku kematian adalah perpisahan terspektakuler yang akan ditemui oleh setiap manusia. Percaya tidak percaya. Karena perpisahan ini bersifat default dan pasti adanya...

Tapi kali ini aku tidak akan berbicara mengenai kematian, atau perpisahan sekala besar seperti itu. Hanya ingin membahas makna perpisahan skala kecil. Ketika perjumpaan dengan seseorang atau lebih harus diakhiri. Ketika kontak langsung antar personal manusia terhenti.

Sahabat..

Bagaimana kau memandang sebuah perpisahan?

Tangis? Sedih? Mellow?

Sama. aku pun manusia dan kadang mereaksikannya dengan cara yang seperti itu, hingga kemudian aku membaca sebuah artikel yang membuatku tersenyum simpul. Salah satu isi dari artikel itu adalah penggalan sebuah puisi yang aku akui itu manis. 



"Perpisahan itu ibarat Senja."


Perpisahan itu hendaknya sederhana seperti senja

Sekalipun menandakan akhirnya hari,
namun kecantikannya selalu memukau hati
Siapa coba yang tak terpikat kecantikannya?
Bukan aku, tak juga kamu
Kita tak mampu menolak pesonanya
Dan bukan duka yang tersisa,
namun sebuah asa untuk berjumpa kembali…

Aku menyukai laut, hijaunya alam, hujan, fajar, senja dan pelangi. membaca sebuah artikel yang mengumpamakannya dengan hal yang kusukai membuatku memandang jauh memori otak yang menangkap senja termanis yang pernah ku lalui.

Senja.
Selalu bernuansa orange keemasan.

Kata ibu, saat senja jangan tatap layung merahnya nanti kamu belekan! tersenyum :)

Setelah besar dan menemui pelajaran IPA, kemudian tahu bahwa belekan bukan karena menatap senja aku jadi tidak peduli.
 
Mega emasnya yang kemilau.

Begitulah perpisahan,

Mungkin perpisahan itu tidak menyenangkan. Ada segelintir rasa cemas, belum tentu bisa bertemu lagi, belum tentu bisa kembali lagi, belum tentu kita akan bisa seperti ini lagi. Lalu ada kenangan yang terbuka tentang semua yang terlewati sebelum perpisahan. Mungkin ada tawa, suka, bahagia, petualangan, pertengkaran, ngambek, marah, sedih, tangis dan semua refleksi rasa yang tertuang bersama.


Problem?

We are fight!
We are argue !
But if one day we separated, we would have missed this. our togetherness
Happiness?
we smile !
we laugh !
We share together !

But if one day we split up, this is what we will remember.. our togetherness

Di balik senja ada malam, jika ingin menemui keteduhan malam dan keindahan bintang kita harus berpisah dengan siang hari. karena malam dan siang takkan mungkin dapat disaksikan bersama - sama. begitu pula dengan perpisahan. Tidak mungkin ada pertemuan baru jika tidak ada perpisahan. Di balik perpisahan ada kesempatan lain untuk bertemu, pertemuan untuk kembali mengisi kekosongan dalam hati. Entah kapan dan dimana.


Perpisahan itu seperti senja.

Hendaknya bukan diiringi duka karena berlalunya hari, tapi dihiasi harapan baru karena kesempatan bertemu dengan esok yang menanti. Seseorang yang berpisah akan melambaikan tangan atau berkata, sampai jumpa. semoga berjumpa lagi. Memupuk asa akan adanya kesempatan kedua, ketiga dan selanjutnya...

Kesempatan...

ah betapa sejuknya kata kesempatan, sesuatu yang mahal dan tidak bisa dituliskan nominalnya. sesuatu yang kadang terlewat untuk disyukuri sama halnya dengan kesehatan.
Kesempatan mengenalmu
Kesempatan bertemu denganmu
Kesempatan ikut andil melengkapi puzzle dan mozaikmu
Kesempatan untuk turut mewarnai hidupmu
Kesempatan...
Read More..

Di Dalam Hati Ini

              Pada hujan sore ini kubercerita, bahwa cinta itu tidak ada. Cinta pada manusia hanya perasaan takut kecewa. Cinta pada manusia hanya cemburu, saat tau yang dicinta tidak apa-apa tanpa cintanya. Cinta pada manusia hanya ketidakberanian menatap wanita lain, sampai  harus terpaku pada nama itu saja.

            Pada hujan sore ini kubercerita, bahwa cinta itu tidak abadi. Tapi kekhawatiran dan menyesal-lah yang lebih abadi. Kata "aku mencintaimu selamanya," hanya serpihan angin lalu atau oase bagi pengembara. Setiap manusia memiliki fikiran untuk mendapatkan lebih baik. Dan kata cinta hanya sebagai baju hangat saat tak ada selimut tebal di sejuknya cuaca malam. Sehingga akan ada yang namanya cinta yang dingin, kedinginan sebab tidak terbalas.

           Pada hujan sore ini kuberitau, dua insan yang sedang dilanda cinta hanya akan berusaha menampilkan segala sisi baiknya, berusaha menjauhi sisi buruknya, sekali waktu berusaha menghilangkanya. Saat tidak mampu menyembunyikannya, maka disaa itulah cinta akan musnah. Dan cinta hanya akan berujung dengan kata "sudah".

         Hujan sore ini, akan kah sampai malam ?. Aku akan terus mengayunkan penaku ini padamu. Sampai kau bosan mendengar ocehanku tentang cinta.

        Pada hujan sore ini, cinta itu seperti main dam-batu, menyimpan kartu batu yang baik untuk masa depan, hingga saat tepat meletakkannya di tempat yang memenangkan hati. Cinta juga seperti emosi yang meledak-ledak. Tidak menerima kalau diasingkan, tidak tahan kalau diacuhkan, dan akan marah pada sekitar, melampiaskan pada hal-hal yang bisa meredam emosi.

        Hujan yang menetes mesra di luar sana, kuberitau kau cinta itu juga sering dibarengi was-was. Perasaan tidak nyaman yang datang tiba-tiba. Gundah, semua jadi serba salah. Laksana buah simalakama, dimakan mati, jika tidak akan kelaparan.

        Wahai hujan sore ini, tidak maukah kau bercerita padaku tentang perasaanmu tentang cinta. Persis saat kutidak menghiraukanmu lagi, saat ku tau ada harapan yang harus kukejar. Ada panggilan yang harus kudengarkan. Apakah perasaan yang kurasakan saat itu adalah "cinta" ?. Saat harus mengalah, mundur secara teratur. Menghilang dan diam. Apakah itu cinta ?.

        Sepertinya itu bukan cinta. Tapi satu kata yang disebut "sayang". Sayang akan lebih banyak mengalah. Iya. Tidak apa-apa. Im good. Sennyuman. Sebuah pengorbanan. dan tetes bening yang keluar dari lacrimalis.

          Pada hujan sore ini kukatakan, dalam hati ini terbelunggu cinta. Semua kata cinta yang telah kuberitau sebelumnya, aku sudah larut di dalamnya. Mengalahkan kata sayang yang pernah kupelihara dalam hatiku. Padamu hujan sore ini, kuingin melepaskan selimut cinta ini, meski kuharus kedinginan, aku tidak apa-apa. Kuingin merengkuh kembali kata sayang dalam jiwaku. Sebab dulu kupernah memilikinya, dan kuingin kata sayanglah yang menjagaku, yang akan membimbingku pada kemenangan hati.
Read More..
 

catatan ku :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review