Salam pena sahabat...
Mencoba membiaskan kisahku dalam kata...
Untuk setiap perpisahan yang kutemui,
Untuk setiap perjumpaan yang ku lalui
Sahabat, apa makna
perpisahan bagimu? Gelap? Hitam? Menyedihkan? Terkadang aku
mengkorelasikan perpisahan seperti sebuah kematian. Yah, walau kadang
orang langsung berteriak histeris dan berkata "GA BOLEH NGOMONG ITU!"
Tapi, bagi ku kematian adalah perpisahan terspektakuler yang akan
ditemui oleh setiap manusia. Percaya tidak percaya. Karena perpisahan ini bersifat default dan pasti adanya...
Tapi kali ini aku tidak akan berbicara mengenai kematian, atau perpisahan sekala besar seperti itu. Hanya ingin membahas makna perpisahan skala kecil. Ketika perjumpaan dengan seseorang atau lebih harus diakhiri. Ketika kontak langsung antar personal manusia terhenti.
Sahabat..
Bagaimana kau memandang sebuah perpisahan?
Tangis? Sedih? Mellow?
Sama. aku pun manusia dan kadang mereaksikannya dengan cara yang seperti itu, hingga kemudian aku membaca sebuah artikel yang membuatku tersenyum simpul. Salah satu isi dari artikel itu adalah penggalan sebuah puisi yang aku akui itu manis.
Perpisahan itu hendaknya sederhana seperti senja
Sekalipun menandakan akhirnya hari,
namun kecantikannya selalu memukau hati
Siapa coba yang tak terpikat kecantikannya?
Bukan aku, tak juga kamu
Kita tak mampu menolak pesonanya
Dan bukan duka yang tersisa,
namun sebuah asa untuk berjumpa kembali…
Aku menyukai laut, hijaunya alam, hujan, fajar, senja dan pelangi. membaca sebuah artikel yang mengumpamakannya dengan hal yang kusukai membuatku memandang jauh memori otak yang menangkap senja termanis yang pernah ku lalui.
Senja.
Selalu bernuansa orange keemasan.
Kata ibu, saat senja jangan tatap layung merahnya nanti kamu belekan! tersenyum :)
Setelah besar dan menemui pelajaran IPA, kemudian tahu bahwa belekan bukan karena menatap senja aku jadi tidak peduli.
Mega emasnya yang kemilau.
Begitulah perpisahan,
Mungkin perpisahan itu tidak menyenangkan. Ada segelintir rasa cemas, belum tentu bisa bertemu lagi, belum tentu bisa kembali lagi, belum tentu kita akan bisa seperti ini lagi. Lalu ada kenangan yang terbuka tentang semua yang terlewati sebelum perpisahan. Mungkin ada tawa, suka, bahagia, petualangan, pertengkaran, ngambek, marah, sedih, tangis dan semua refleksi rasa yang tertuang bersama.
Problem?
We are fight!
We are argue !
But if one day we separated, we would have missed this. our togetherness
Happiness?
we smile !
we laugh !
We share together !
Di balik senja ada malam, jika ingin menemui keteduhan malam dan keindahan bintang kita harus berpisah dengan siang hari. karena malam dan siang takkan mungkin dapat disaksikan bersama - sama. begitu pula dengan perpisahan. Tidak mungkin ada pertemuan baru jika tidak ada perpisahan. Di balik perpisahan ada kesempatan lain untuk bertemu, pertemuan untuk kembali mengisi kekosongan dalam hati. Entah kapan dan dimana.
Perpisahan itu seperti senja.
Hendaknya bukan diiringi duka karena berlalunya hari, tapi dihiasi harapan baru karena kesempatan bertemu dengan esok yang menanti. Seseorang yang berpisah akan melambaikan tangan atau berkata, sampai jumpa. semoga berjumpa lagi. Memupuk asa akan adanya kesempatan kedua, ketiga dan selanjutnya...
Kesempatan...
ah betapa sejuknya kata kesempatan, sesuatu yang mahal dan tidak bisa dituliskan nominalnya. sesuatu yang kadang terlewat untuk disyukuri sama halnya dengan kesehatan.
Kesempatan mengenalmu
Kesempatan bertemu denganmu
Kesempatan ikut andil melengkapi puzzle dan mozaikmu
Kesempatan untuk turut mewarnai hidupmu
Kesempatan...
Read More..
Mencoba membiaskan kisahku dalam kata...
Untuk setiap perpisahan yang kutemui,
Untuk setiap perjumpaan yang ku lalui
Tapi kali ini aku tidak akan berbicara mengenai kematian, atau perpisahan sekala besar seperti itu. Hanya ingin membahas makna perpisahan skala kecil. Ketika perjumpaan dengan seseorang atau lebih harus diakhiri. Ketika kontak langsung antar personal manusia terhenti.
Sahabat..
Bagaimana kau memandang sebuah perpisahan?
Tangis? Sedih? Mellow?
Sama. aku pun manusia dan kadang mereaksikannya dengan cara yang seperti itu, hingga kemudian aku membaca sebuah artikel yang membuatku tersenyum simpul. Salah satu isi dari artikel itu adalah penggalan sebuah puisi yang aku akui itu manis.
"Perpisahan itu ibarat Senja."
Perpisahan itu hendaknya sederhana seperti senja
Sekalipun menandakan akhirnya hari,
namun kecantikannya selalu memukau hati
Siapa coba yang tak terpikat kecantikannya?
Bukan aku, tak juga kamu
Kita tak mampu menolak pesonanya
Dan bukan duka yang tersisa,
namun sebuah asa untuk berjumpa kembali…
Aku menyukai laut, hijaunya alam, hujan, fajar, senja dan pelangi. membaca sebuah artikel yang mengumpamakannya dengan hal yang kusukai membuatku memandang jauh memori otak yang menangkap senja termanis yang pernah ku lalui.
Senja.
Selalu bernuansa orange keemasan.
Kata ibu, saat senja jangan tatap layung merahnya nanti kamu belekan! tersenyum :)
Setelah besar dan menemui pelajaran IPA, kemudian tahu bahwa belekan bukan karena menatap senja aku jadi tidak peduli.
Mega emasnya yang kemilau.
Begitulah perpisahan,
Mungkin perpisahan itu tidak menyenangkan. Ada segelintir rasa cemas, belum tentu bisa bertemu lagi, belum tentu bisa kembali lagi, belum tentu kita akan bisa seperti ini lagi. Lalu ada kenangan yang terbuka tentang semua yang terlewati sebelum perpisahan. Mungkin ada tawa, suka, bahagia, petualangan, pertengkaran, ngambek, marah, sedih, tangis dan semua refleksi rasa yang tertuang bersama.
Problem?
We are fight!
We are argue !
But if one day we separated, we would have missed this. our togetherness
Happiness?
we smile !
we laugh !
We share together !
But if one day we split up, this is what we will remember.. our togetherness
Di balik senja ada malam, jika ingin menemui keteduhan malam dan keindahan bintang kita harus berpisah dengan siang hari. karena malam dan siang takkan mungkin dapat disaksikan bersama - sama. begitu pula dengan perpisahan. Tidak mungkin ada pertemuan baru jika tidak ada perpisahan. Di balik perpisahan ada kesempatan lain untuk bertemu, pertemuan untuk kembali mengisi kekosongan dalam hati. Entah kapan dan dimana.
Perpisahan itu seperti senja.
Hendaknya bukan diiringi duka karena berlalunya hari, tapi dihiasi harapan baru karena kesempatan bertemu dengan esok yang menanti. Seseorang yang berpisah akan melambaikan tangan atau berkata, sampai jumpa. semoga berjumpa lagi. Memupuk asa akan adanya kesempatan kedua, ketiga dan selanjutnya...
Kesempatan...
ah betapa sejuknya kata kesempatan, sesuatu yang mahal dan tidak bisa dituliskan nominalnya. sesuatu yang kadang terlewat untuk disyukuri sama halnya dengan kesehatan.
Kesempatan mengenalmu
Kesempatan bertemu denganmu
Kesempatan ikut andil melengkapi puzzle dan mozaikmu
Kesempatan untuk turut mewarnai hidupmu
Kesempatan...
Home


