Kamis, 29 November 2012

Terapi Warna Pada Busana

BUSANA menunjukkan kepribadian seseorang. Termasuk dalam hal pemilihan warna. Bisa jadi Anda tipe orang yang agresif, pemalu, atau memiliki kepribadian unik dalam gaya busana eklektik.

Setiap orang memiliki kecenderungan memilih busana yang disesuaikan dengan perasaan. Para psikolog mengatakan hal tersebut berhubungan dengan terapi warna dan alam bawah sadar. Meskipun begitu, wanita biasanya hanya memilih warna-warna tertentu sebagai sarana terapi.
1. Merah memberikan efek dramatis yang sering dikaitkan dengan vitalitas, ambisi, juga hasrat. Karena itu, warna ini dikategorikan sebagai warna berani yang kerap
digunakan untuk menunjukkan rasa percaya diri.

2. Kuning mampu membawa nuansa gembira, optimis dan penuh semangat. Umumnya, warna ini hadir dalam busana kasual seperti t-shirt ataupun ragam sportswear. Namun, saat ini warna kuning semakin mudah didapatkan dalam berbagai gaya busana. Contohnya, tunik ataupun gaun pendek terlihat manis saat dipadukan bersama legging atau stocking berwarna gelap.

3. Pink alias merah muda tidak pernah gagal untuk memberikan kesan girly dan manis. Warna ini memang senantiasa disandingkan dengan wanita. Namun, saat ini pria tidak kalah gemar mengenakan warna ini. Padukan dengan denim maupun celana pipa warna putih, hasilnya trendi dan bergaya summer chic.

4. Biru sering dikaitkan dengan ketenangan :p, idealisme serta inspirasi. Warna ini disukai banyak orang karena se-ISTIMEWA cara emosional berlawanan dengan merah dan kuning. Tetapi mampu membangkitkan perasaan yang sangat tenang dan rileks. Cocok dikenakan pada siang hari atau acara semi formal di sore hari.

5. Hijau membawa suasana segar :D. Warna ini merupakan penyeimbang dari semua palet dan menjadi terapi yang tepat saat stres melanda. Mengenakan busana hijau di lingkungan kerja akan membuat perhatian tertuju pada Anda. Tidak jauh berbeda saat digunakan saat berpesta. Bahkan, warna ini resmi menjadi pengganti hitam dan merah karena unsur alaminya yang bisa dikenakan dalam berbagai suasana.

Membicarakan warna bukan berarti melupakan dua palet andalan, yakni putih dan hitam.Warna putih mampu membangkitkan rasa bebas sekaligus ultrafeminin. Karena itu, banyak yang menggunakan gaun putih dalam berbagai acara formal. Begitu juga dengan hitam yang pamornya tidak pernah pudar.Warna misterius ini menimbulkan aura elegan dan prestisius.
Read More..

Selasa, 27 November 2012

coba renungkan kembali

bukan kamu yang mampu buat ku tersenyum dan tertawa
bukan kamu juga yang mampu buat ku nyaman
kamu hanyalah sandaran ku sesaat
dan bukan untuk selamanya ada dihati ku

karena aku tak tahu siapa sebenarnya dirimu
dan ketika sebuah nama lain hadir dihadapku
sedikit ku menoleh ke arahnya
ku mulai mengenalnya lagi

rasa ku muncul tiba-tiba dan beri sapaan hangat untuknya
dan namamu hangus secara perlahan dalam hati ini
itulah rasa sayang bisa pergi begitu saja
dan apa yang bisa kau perbuat?

mungkin hanya diam dan bertanya apapun yang bisa kau tanya
bisa-bisanya kau buang rasa marahmu kepadaku
api cemburu mulai membara dalam hati
dan akhirnya keluar begitu saja

pacar hanya untaian kata sejenak
bukan kamu yang sebenarnya aku sayang
bukan kamu yang sebenarnya aku cinta
karena belum ada suatu jalinan untuk kita

saat ini kita berada diambang kebingungan
kita memang terlihat bahagia bersamanya
tapi bagaimana dengan hati ini?
kita melihat ayah dan ibu disana

apa mereka bahagia?
ayah.. ibu.. maafkan lah aku
mungkin aku terlihat sangat bahagia dengan mereka
dan terlebih lagi ku punya dia yang menurut ku teristimewa

mungkin kau senang, tapi aku tak tahu hatimu
aku selalu membanggakannya
tapi apakah aku pernah membanggakan ayah dan ibu?
tanda tanya yang begitu besar keluar difikiranku

selalu aku ucap kata cinta dan sayang untuknya
tapi mengapa sulit ucapkan kata cinta-sayanguntuk ayah dan ibu?
ayah..
ibu..
maafkan lah aku yang sempat mengabaikan mu



Read More..

Selasa, 02 Oktober 2012

Jangan Ngaku Gaul, Kalo Gak Punya Blog!!

Jangan Ngaku Gaul, Kalo Ga Punya blog!



bloging  

Taukah anda apa itu BLOG ? Untuk kesinambungan perbincangan kita ini silahkan baca Apa itu Blog? diblog ini  Jika anda belum tau.Pernahkah anda mendengar ada orang malu menjadi penulis? Kalo saya sih jarang mendengarnya. Sama jarangnya saya mendengar seorang anak muda bercita-cita menjadi penulis. Ini menjadi ironi. Padahal bila ditelusur lebih jauh, kegiatan menulis ini bisa menjadi salah satu wadah berekspresi bagi kaum muda lho…
Dengan menulis, semua yang ada dalam isi kepala bisa dituangkan menjadi sebentuk ide dan karya yang bisa dilihat, dibaca, sekaligus memberi influence bagi pembacanya. Influence seperti apa? Bisa yang menghibur, menginspirasi, bahkan bermanfaat tentu saja.
Seperti contoh karya fenomenal Pocong yang ditulis oleh seorang anak muda dengan anonim @pocongg. Dari sebaris kata pengantar dalam buku novel bergenre humor ini saja, kita sudah dibuat tersenyum membacanya. Didalamnya penulis menganalogikan sosok pocong juga bisa kreatif berkarya meski sebungkus pocong ga punya sepasang tangan sekalipun. Begini isinya…�Gue tegasin, kalian nggak usah capek-capek mikirin gimana caranya gue nulis buku ini. Mau pake gigi atau sewa joki, itu urusan gue. Yang harus kalian lakukan adalah, baca aja dan jangan nyinggung-nyinggung masalah tangan, deal ?� hahhaha…sungguh lucu dan menggelitik.
Ide menjadikan sosok pocong yang dikenal seram menjadi sosok yang lucu dan bersahabat, sungguh sebuah ide orisinil khas anak muda yang sejatinya memang dicipta berjiwa bebas dan kreatif. Hingga sosok hantu pocong sempat menjadi buah bibir alias trend topic di jagat media sosial, dibicarakan di mana-mana, ckckck…. kereeen yaa??

Menulis bagi remaja juga bisa menjadi katalisator, pelepas belenggu jiwa dari segala yang tertahan dalam pikiran. Dalam bahasa kerennya jadi tempat curhat yang efektif membuang bibit racun frustasi dan stress yang sering menghinggapi jiwa muda. Se-alay apapun tulisan seorang remaja, ini tetap menjadi cara cerdas berekspresi yang perlu diapresiasi. Karena alay adalah bagian dari dunia remaja era ini. Akan menjadi aneh dan lucu bila seorang remaja menulis dengan gaya orangtua.
Jadi sah-sah aja bila remaja berekspresi dengan gayanya. Itu tetap perlu didukung dan diarahkan. Semakin bertumbuh seseorang, tentu pola dan gaya berpikirnya akan semakin berkembang. Yang ujung-ujungnya berimbas pada caranya menuangkan ide dalam tulisan. Toh semua ada masanya kan? Setidaknya kita sudah mencoba.
So, jangan ngaku gaul kalo ga Punya blog! Inilah provokasi saya bagi remaja Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk…tampil beda dengan menulis diblog.
Read More..
 

catatan ku :) Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review