Sudah lama aku berfikir tentang sesuatu, tentang hal yang sudah lama aku pendam sebenarnya. Tentang cara berfikirku. Sungguh aku berfikir bahwa cara berfikir memang sudah ditakdirkan sejak bayi muncul dari balik lubang nyamannya dan akhirnya menangis ketika pertama mencium aroma "dunia".
Setidaknya aku masih berfikir demikian, kalau pun ada yang bilang faktor lain juga punya pengaruh aku rasa itu cuma faktor penunjang saja. (Tapi tidak selamanya benar juga, ini kan hanya pendapatku) Cara berfikir aku lah yang aku permasalahkan.
Banyak orang yang sudah kenal cukup baik denganku menanggap aku terlalu santai dalam mengahadapi masalah dan itu sangat benar sekali menurutku. Entah mengapa aku termasuk orang yang tidak suka memikirkan masalah dengan terlalu berlebihan. Tapi sepertinya orang-orang sekelilingku menganggap lain, AKU TIDAK MAU MEMIKIRKAN MASALAH.
Padahal aku tidak merasa begitu, kalau pun memang ada masalah entah itu dengan pelajaran saat masa sekolah, tugas atau ulangan aku mencoba mengerjakannya dengan santai saja. Jika harus dapat hukuman,silakan saja. Tinggal jalani hukumannya dan selesai. Titik.
Terlebih kalau ada masalah dengan teman, aku termasuk orang yang cukup tidak tertarik untuk terlibat, kecuali ada kondisi yang mengharuskan aku untuk benar-benar terlibat. Aku cukup nyaman dengan duniaku yang tenang, tanpa kuatir yang berlebihan plus dengan sedikit baik sangka sempurna sudah. Seperti teh hangat lengkap dengan kue kecil dan gorengan :)
Dan aku tidak merasa bersalah dengan cara pandangku yang seperti itu, hanya sedikit tidak mengerti kalau ada orang terganggu dengan cara fikirku yang seperti itu. Pernah beberapa kali seoarng teman berkata, "kamu terlalu cuek sama temen" atau apalah. Tapi please, aku memang bukan tipe orang yang jika melihat ada kawan yang sedih sedikit langsung mengumbarnya dengan banyak pertanyaan sendiri, menutup hati dan bibir serapat mungkin. Dan seperti biasa, anggap tidak ada masalah. Dan masalahpun selesai. Sesuai kata mutiara karanganku “Terkadang ada masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan cara tidak diselesaikan”.
Aku terlalu santai?! Mungkin benar.
Tapi itu hal yang paling aku sukai dari diriku. Tidak terlalu mempermasalahkan masalah. Tidak semua orang mendapat anugerah seperti itu kan, dan aku rasa anugerah yang itu membuatku unuk tetap awet muda!! mengapa?
Aku termasuk pendengar yang baik. Kalo ada teman yang datang untung minta didengarkan, aku siap saja. Tapi tidak dengan mulutku. Karena aku bukan pembicara (penasehat) yang baik. Begitu juga kalau aku pribadi dihadapkan dengan sebuah masalah. Aku cukup nyaman dengan menyimpannya.
Read More..
Setidaknya aku masih berfikir demikian, kalau pun ada yang bilang faktor lain juga punya pengaruh aku rasa itu cuma faktor penunjang saja. (Tapi tidak selamanya benar juga, ini kan hanya pendapatku) Cara berfikir aku lah yang aku permasalahkan.
Banyak orang yang sudah kenal cukup baik denganku menanggap aku terlalu santai dalam mengahadapi masalah dan itu sangat benar sekali menurutku. Entah mengapa aku termasuk orang yang tidak suka memikirkan masalah dengan terlalu berlebihan. Tapi sepertinya orang-orang sekelilingku menganggap lain, AKU TIDAK MAU MEMIKIRKAN MASALAH.
Padahal aku tidak merasa begitu, kalau pun memang ada masalah entah itu dengan pelajaran saat masa sekolah, tugas atau ulangan aku mencoba mengerjakannya dengan santai saja. Jika harus dapat hukuman,silakan saja. Tinggal jalani hukumannya dan selesai. Titik.
Terlebih kalau ada masalah dengan teman, aku termasuk orang yang cukup tidak tertarik untuk terlibat, kecuali ada kondisi yang mengharuskan aku untuk benar-benar terlibat. Aku cukup nyaman dengan duniaku yang tenang, tanpa kuatir yang berlebihan plus dengan sedikit baik sangka sempurna sudah. Seperti teh hangat lengkap dengan kue kecil dan gorengan :)
Dan aku tidak merasa bersalah dengan cara pandangku yang seperti itu, hanya sedikit tidak mengerti kalau ada orang terganggu dengan cara fikirku yang seperti itu. Pernah beberapa kali seoarng teman berkata, "kamu terlalu cuek sama temen" atau apalah. Tapi please, aku memang bukan tipe orang yang jika melihat ada kawan yang sedih sedikit langsung mengumbarnya dengan banyak pertanyaan sendiri, menutup hati dan bibir serapat mungkin. Dan seperti biasa, anggap tidak ada masalah. Dan masalahpun selesai. Sesuai kata mutiara karanganku “Terkadang ada masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan cara tidak diselesaikan”.
Aku terlalu santai?! Mungkin benar.
Tapi itu hal yang paling aku sukai dari diriku. Tidak terlalu mempermasalahkan masalah. Tidak semua orang mendapat anugerah seperti itu kan, dan aku rasa anugerah yang itu membuatku unuk tetap awet muda!! mengapa?
Aku termasuk pendengar yang baik. Kalo ada teman yang datang untung minta didengarkan, aku siap saja. Tapi tidak dengan mulutku. Karena aku bukan pembicara (penasehat) yang baik. Begitu juga kalau aku pribadi dihadapkan dengan sebuah masalah. Aku cukup nyaman dengan menyimpannya.
Home


Tidak ada komentar:
Posting Komentar